Pelarianku Cinta Terakhirku
Keraguanku Siang itu matahari begitu terik dan cuaca begitu hangatnya, terasa bermandikan keringat ditambah dengan angin yang lumayan bertiup kencang sehingga memadamkan keringat yang mulai becucuran. Siang yang begitu menyengat namun angin yang begitu kencang mengurangi sedikit sengatan matahari ini. Agar lebih mengurangi sengatannya kusirami wajahku dengan air wudhu dan kutundukkan wajahku masuk kedalam rumahNya sambil menunggu adzan segera dikumandangkan. Aku melihat wanita hanya aku seorang diri membuatku tersenyum tipis, sambil melirik sekitar, aku kemudian berdiri dan keluar berharap ada teman sekelaskku yang datang namun masih belum terlihat. Aku memandang kearah kiriku membentang sawah orang yang lumayan luas, padi yang menguning itu begitu indah nan cantik semakin berkilau dengan hamparan terik matahari penuh kilau. “Masya Allah”ucapku dalam hati. Aku baru tersadar begitu indah di siang hari dan begitu besar keagungan Allah, padi begitu terlihat cantik mataku karenaNya. D...