Peran Keluarga Dlam Pendidikan

PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIDKAN

OLEH : ISMAYA HARIANI, S.Pd

Pendidikan mempunyai banyak arti. Emil Durkheim mendefinisikan pendidikan sebagai pengaruh yang dilaksanakan oleh orang dewasa atas generasi yang belum matang untuk penghidupan sosial. Dictionary of Education menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk perilaku lainnya di dalam masyarakat dimana yang bersangkutan hidup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan lingkungan hidupnya.dimana pendidikan juga merupakan proses belajar dari tidak mengenal apapun menjadi mengenal, tidak mengerti menjadi mengerti, proses pembelajaran dari tidak tahu menjadi tahu.

Pendidikan suatu usaha manusia untuk membina kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma aturan di dalam masyarakat. Setiap orang dewasa bisa menjadi pendidik, ssebab mendidik adalah perbuatan sosial yang sama halnya dengan mengingatkan dan mengajarakan anak dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari perbuatan buruk menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, hal ini tidak lepas dari peran keluarga dimana pendidikan bersumber dari tiga pusat yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Sementara itu, keluarga adalah kasatuan unit terkecil di dalam masyarakat yang terdiri dari ayah dan ibu. Jadi, pendidikan dalam keluarga adalah proses pembentukan emosional karakter, mental  dan tingkah laku seorang anak secara berkesinambungan dalam suatu keluarga. Dimana keluarga merupakan peletak   pendidikan dasar anak sebelum masuk kejenjang sekolah formal lainnya. karena tidak ada orang yang tidak dilahirkan dalam keluarga. Jauh sebelum ada lembaga pendidikan yang disebut sekolah, keluarga telah ada sebagai lembaga yang memainkan peran penting dalam pendidikan yakni sebagai peletak dasar. Dalam dan dari keluarga orang mempelajari banyak hal, dimulai dari bagaimana berinteraksi dengan orang lain, menyatakan keinginan dan perasaan, menyampaikan pendapat, bertutur kata, bersikap, berperilaku, hingga bagaimana menganut nilai-nilai tertentu sebagai prinsip dalam hidup. Intinya, keluarga merupakan basis pendidikan bagi setiap orang. 

Lingkunagan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan secara langsung, otodidak, improvisasi tanpa adanya papan tulis, bangku, seragam sekolah yang sedikit membosankan, ruang kelas yang ramai dan terkadang gaduh. Dalam keluarga orang tua mendidik anak secara lembut dan penuh kasih sayang dengan keikhlasan tanpa mengharap imbalan apapun. Lingkungan di katakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluaga.Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain karena, sifat anak adalah meniru. Bagi seorang anak keluarga merupakan persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat di mana dia menjadi diri pribadi atau diri sendiri. Keluaga juga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Fungsi keluarga dalam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah: sebagai pengalaman pertama masa kanak-kana, menjamin kehidupan emosional anak, menanamkan dasar pendidikan moral anak, memberikan dasar pendidikan social, meletakan dasar-dasar pendidikan agama,bertanggung jawab dalam memotivasi dan mendorong keberhasilan anak, memberikan kesempatan belajar dengan mengenalkan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi   kehidupan kelak sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yang mandiri, menjaga kesehatan anak sehingga ia dapat dengan nyaman menjalankan proses belajar yang utuh, memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memberikan pendidikan agama sesuai ketentuan Allah Swt, sebagai   tujuan akhir manusia. Fungsi keluarga/ orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah : orang tua bekerjasama dengan sekolah, sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua terhadap sekolah, sehingga sangat dibutuhkan   kepercayaan orang tua terhadap sekolah  yang menggantikan tugasnya selama di ruang sekolah, orang tua harus memperhatikan  sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan   menghargai segala usahanya,orang tua menunjukkan kerjasama dalam menyerahkan cara belajar   di rumah, membuat pekerjaan rumah dan memotivasi   dan membimbimbing anak dalam belajar, orang tua bekerjasama dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar anak, orang tua bersama anak mempersiapkan jenjang pendidikan yang akan dimasuki dan mendampingi selama menjalani   proses belajar di lembaga pendidikan.

Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, sehingga orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua harus memahami hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak, membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang tepat, pengetahuan tentang pendidikan yang dijalani anak, dan ilmu tentang perkembangan anak, sehingga tidak salah dalam menerapkan suatu bentuk pola pendidikan terutama dalam pembentukan kepribadian anak yang sesuai denga  tujuan pendidikan itu sendiri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 

Pendampingan orang tua dalam pendidikan anak diwujudkan dalam suatu cara-cara orang tua mendidik anak. Cara orang tua mendidik anak inilah yang disebut sebagai pola asuh. Setiap orang tua berusaha menggunakan cara yang paling baik menurut mereka dalam mendidik anak. Untuk mencari pola yang terbaik maka hendaklah orang tua mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak.

Dan karakter yang ditumbuhkan adalah faktor yang amat penting dalam kepribadian anak, karena banyak mempengaruhi prestasi dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik adalah penting untuk pencapaian keberhasilan, tetapi tidak akan mampu mencapai hasil maksimal kalau tidak disertai karakter. Hal itu terutama karena pada waktu ini faktor karakter kurang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan. Ini semua harus menjadi salah satu hasil penting usaha pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, pendidikan sekolah maupun pendidikan dalam masyarakat. Akan tetapi karena pendidikan pada anak paling dulu dilmulai dalam pendidikan dalam keluarga, maka pendidikan dalam keluarga yang seharusnya memberikan dasar yang kemudian diperkuat dan dilengkapi dalam pendidikan sekolah dan pendidikan dalam masyarakat. Akhirnya memang tergantung pada para orang tua sendiri apakah pedoman itu dilaksanakan atau tidak. Akan tetapi karena secara alamiah orang tua ingin anaknya menjadi baik dan sukses, maka banyak kemungkinan orang tua akan berusaha menerapkan pedoman itu dalam hidup mereka. Untuk mengembangkan karakter anak orang tua juga harus menjadi orang yang berkarakter tinggi yaitu dengan cara menjadi orang tua yang baik, berakhlak mulia, memotivasi anak dalam bidang yang diminati anak, menghargai keputusan anak, tidak memaksakan kehendak kepada anak, tidak membedakan anak ataupun membandingkan anak terutama dalam hal kemampuan karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, anak itu ibarat bunga dimana memiliki keharuman yang berbeda, begitu juga anak memiliki kemampuan dan kecerdasan yang berbeda-beda.

Jadilah orang tua yang seslalu menggali informasi terutama tentang pendidikan dan orang tua yang berakhlak mulia, karena anak itu sifatnya meniru, sehinngga anak bisa memiliki karakter yang dapat menjadi imunitas untuk menuju masyarakat, sehingga anak bisa menjadi penerus bangsa yang berkarakter dan mampu mengubah dan mengajak ke arah yang lebih baik dan positif. Terlihat jelas bahwa peran keluarga dalam pendidikan sangatlah penting untuk anak dan pengembangan karakter.

Komentar